Monday, October 18, 2010

the day when everything almost changed completely

oke, gw bosen, pacar belajar, gw stress makalah ada 2 dikumpulin minggu depan, dan males belajar. so here goes, cerita yang sumpah jarang atau bahkan gak pernah gw ceritain ke orang lain. and if you read this, you ARE one of the firsts. jadi di satu hari minggu itu, gw lupa tanggal berapa dan bulan apa -__-, adalah hari yang bisa aja berubah 180 derajat dalam hidup gw. hari itu adalah hari tes masuk Kolese Gonzaga *jeng jeng jeng* gw bangun pagi, sekitar jam 6an dengan sangat-sangat pede dan berbekal apa yang udah gw pelajarin semalem, sangat siap menghadapi tes ini. akan tetapi, n'dilalah kalo kata nyokap gw, gw sama sekali gak inget kalo binder gw, dengan kartu tes masuk gonz, ketinggalan di laci kelas. so smart eh? jadi pas bokap dan nyokap udah siap di mobil, gw masih di kamar, ngacak-ngacak meja belajar dan kawasan sekitarnya buat nyari tuh binder sial. dan entah darimana, muncul ide kalo gw ninggalin binder itu di laci kelas. dan alhasil, gw kebawah, dengan seragam putih bawahan biru muda pendek sebangganku itu, masuk mobil, dan bilang ke bokap untuk ngelewatin smp dulu. yaaa sesuai perkiraan bokap ngomel dan seperti biasa gw gak dengerin omelan itu. sampe di smp, thank God almighty ternyata di smp juga lagi ada tes masuk. masuklah gw ke dalem dengan tergopoh-gopoh dan nemuin orang pertama yang gw liat, si bruder. "Bruder! bla bla bla blaaa" dan dengan tenang bruder bilang gw mending ke dapur, ambil kunci dan ke kelas. gw ambil deh tuh kunci dan lari ke lantai 3. buka kunci dan berantakin kelas yang udah rapi buat mid test besok senen hahahaha sekitar 15 menit gw keluar-keluarin semua barang di laci itu dan ada buku yang tulisannya "Ivana Yuanita" (yang nantinya masuk gonz juga) dan gw mikir, "whats? ivana kan 9E! kok bukunya ada di sini?" gw liat sekeliling dan ternyata gw salah masuk kelas. cool, just adds to the commotion. gw langsung keluar, kunci pintu, pindah ke kelas 9D dan ngambil binder dan berterimakasih kepada Tuhan kalau ternyata masih ada tuh benda. lari deh gw ke bawah, terima kasih sama bruder dan pak aleks, dan masuk ke mobil. di mobil bokap masih aja ngomel, tapi ada satu kalimat yang sampe sekarang masih terngiang

Kalo kamu gak niat masuk gonzaga ya gak usah lah, pulang kita sekarang! gimana mau keterima kalo kartu tes aja ilang?


yak, itu sangat menohok mengingat gonz satu-satunya sekolah yang pengen gw masukin saat itu. sampe di pejaten barat 10a, gw turun, ngerusuh sama anak smp pl di depan hall, ngerjain tes nya, terus ngerusuh di depan ruang X-4 (waktu itu), wawancara, sama pak alex dan bu lis deh kayaknya, terus pulang. iya sih, yang berkesan itu sebelom-sebelomnya tes haha tapi ya beginilah, kalo aja gw ngikut kata bokap saat itu. pasrah, pulang, tes di sekolah lain, keterima, sekolah di sana, dan hidup ini bakal 180 derajat. in contrary, dari apa yang harusnya "ketidakniatan" gw tes di gonz membuktikan: Those three years at Gonzaga College was the best years of my life, so far.

salam, penulis :o

caci maki

oke, ini setelah sekian lama akhirnya gw buka blog. jujur, gw gak peduli ada siapa juga yang baca ini blog karena ya gw bakal membuat blog ini jadi tempat gw bisa bercaci-maki haha mulai aja, hari ini itu hari senin, 18 oktober 2010. cepet juga ye yang namanya waktu, kayaknya baru kemaren gw dianterin bokap dan nyokap, pake ke smp dulu ngambil binder gw dengan isi formulir pendaftaran ke kolese gonzaga. tolol ya? haha mau diceritain? nanti deh, sekarang kan masih curhat caci maki judulnya. jadi hari ini entah kenapa gw penat, sakit kepala, pusing, males, bosen. banyak yang gw pikirin, salah satunya: MPKS FOTOGRAFI. yak, untuk kedua kalinya gw cabut mpks. semoga sih gak ada apa-apa hari ini. (semoga besok alvi bawa berita melegakan) ergh! gw masih belom kerasan di kampus, seriusan dah -____- pengen bawa kendaraan sendiri gw, ke kampus dan pulang tanpa ngandelin orang lain. baik itu bokap, tante, supir, atau siapapun. problemnya? yea well, every thing is a problem in this case :/ mau naik motor, helm gak ada, mau naik mobil? mobil ada, sim ada, bensin ada, keberanian buat bawa mobil dari rumah sampe kampus = BIG ZERO gw tau deh gw ini anjir cupu banget gak berani bawa mobil ke kampus. tai sumpah! hari ini gw berencana megang tuh mobil, bawa ke mana gitu, crash some fucking motorcyclist, dan balik ke rumah berasa jeger bisa bawa mobil. but the reality is i'm sitting here in my brother's room writing this post. ironic. malu ya pasti lah, tapi mau gimana? gw udah ga tau lagi mau ngomong ini ke siapa :| so, crazy as it is, my first post in almost a year is filled with swear words and disappointments. besok gw nulis lagi deh, apa yang terjadi dengan gw hari ini.

P.S. This is a better way to tell how I feel rather than that stupid 'ol "buku angkatan" :)

salam, penulis :x

Monday, April 13, 2009

Rakyat Indonesia: Ayam Mati di Lumbung Beras?

Indonesia sejak dahulu kala telah dikatakan sebagai sumber rempah-rempah, bahkan sejak usia dini warga negara Indonesia sendiri telah disosialisasikan bahwa Indonesia kaya akan sumber daya alam (SDA). Akan tetapi, apakah kenyataan kekayaan alam ini mencerminkan kekayaan pada masyarakatnya? Tentu banyak tanda tanya akan bagaimana sebuah negara yang kaya akan sumber daya alam dapat terpuruk perekonomiannya. Fakta-fakta apa saja yang dapat dipaparkan untuk mendukung pernyataan tersebut? Tersebarnya perkebunan, sawah, beranekaragam flora dan fauna yang ada dari Sabang hingga Merauke merupakan bukti kekayaan Indonesia. Sementara masih banyaknya pengangguran, kemiskinan, dan angka kejahatan merupakan bukti lemahnya perekonomian negara. Sangat ironis melihat keadaan tanah air saat ini dan membandingkannya dengan negara-negara tetangga yang sumber daya alamnya jelas lebih sedikit dibanding Indonesia akan tetapi lebih maju. Penyebabnya ada dibeberapa hal, salah satunya adalah ketidakpedulian pemerintah akan perkembangan sumber daya alam di Indonesia ini sendiri. Pemerintah secara riil lebih berpihak pada pembangunan infrastruktur dan teknologi yang sebenarnya dapat dilakukan setelah mengembangkan sumber daya alam. Pemerintah, menurut penulis, lebih memikirkan citra negara sebagai negara "industrial dan teknologikal" dibandingkan "agrikultural" yang sebenarnya adalah wajah asli Indonesia. Kedua, sentralilasi perkembangan industri dan teknologi ini hanya ada di pulau Jawa. Pemerintah Indonesia seperti sudah lupa bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia terdiri dari 33 provinsi yang memiliki sumber daya alam yang dapat dikembangkan di masing-masing tempat tersebut. Pemerintah sepertinya hanya mengetahui Indonesia terdiri dari 5 provinsi; Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Jika hal ini diteruskan, makna lagu nasional "Dari Sabang Sampai Merauke" hanyalah sebatas kata-kata dan nada-nada yang dinyanyikan tanpa bukti dan fakta yang konkrit. Semakin hari, semakin banyak warga Indonesia yang kelaparan. Mengapa? Bukankah sejak Sekolah Dasar anak-anak yang kelaparan ini diajarkan bahwa negara mereka kaya akan sumber daya alam? Bukankah buku-buku pelajaran mengatakan bahwa para pedagang dari separuh dunia sana rela berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun berlayar demi mendapatkan kekayaan alam ini? Ke mana semua kekayaan itu pergi? Apakah 360 tahun penjajahan Belanda merenggut habis itu semua? Tidak! Bahkan kenyataannya hasil alam Indonesia lah yang membangun negara kincir angin itu menjadi sebuah negara yang maju. Yang salah adalah pemerintah kita, paradigma kita. Pemerintah membuat rakyat menjadi tergila-gila akan teknologi dan industri. Bahwa sebuah negara yang maju adalah negara yang mempunyai teknologi yang paling muhtakhir di dunia ini dan mendapatkan penghasilannya dari industri pabrik-pabrik besar yang berisi mesin. Paradigma ini membodohkan rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia melihat bahwa sumber daya alam adalah bukti kekayaan semu tanah airnya; tidak perlu dikembangkan tapi dikumandangkan. Biarlah seluruh seantaro dunia tahu bahwa Indonesia kaya akan keanekaragaman alamnya, tapi jangan biarkan mereka tahu bahwa kita tidak mengembangkannya. Apa repon pemerintah akan kritik semacam ini? "Perlu teknologi untuk mengembangkan sumber daya alam, maka perlu dikembangakn teknologi sebelum dapat mengembangkan sumber daya alam." Perlu secanggih apa lagi kah teknologi pengembangan sumber daya alam? Cangkul, pupuk kandang, air sungai yang bebas pencemar adalah teknologi yang sudah lebih dari cukup untuk membuat rakyat makmur. Jadi, apa sebenarnya yang diinginkan para petinggi negara? Mungkin yang mereka inginkan adalah nama Indonesia menjadi besar seperti Amerika Serikat, Jepang, dan negara besar lainnya. Tapi bukan itu yang penting, sebuah negara akan besar saat rakyatnya makmur, bukan saat namanya dijunjung negara lain. Maka ketahuilah, kita rakyat Indonesia adalah seorang yang kelaparan di gudang makanan, seekor ayam yang mati kelaparan di lumbung beras.

salam, penulis

Sunday, April 12, 2009

Halo?

emm, halo kawan-kawan.. ini blog pertama gw dan gw bingung mau nulis apa.. haduh!! mulai dari latar belakang aja apa ya? jadi, blog ini sebenarnya dibuat berdasarkan kewajiban saya sebagai seorang pelajar yang baik dan masih peduli dengan nilainya. atau kata lainnya blog ini dibuat karena disuruh bapak guru! ya, tapi mudah-mudahan sih blog ini ga jadi beban bagi gw dan bagi yg baca juga ga jadi beban haha em, itu dulu deh nanti lanjut lagi, kalo niat.. haha

salam, penulis