Indonesia sejak dahulu kala telah dikatakan sebagai sumber rempah-rempah, bahkan sejak usia dini warga negara Indonesia sendiri telah disosialisasikan bahwa Indonesia kaya akan sumber daya alam (SDA). Akan tetapi, apakah kenyataan kekayaan alam ini mencerminkan kekayaan pada masyarakatnya? Tentu banyak tanda tanya akan bagaimana sebuah negara yang kaya akan sumber daya alam dapat terpuruk perekonomiannya. Fakta-fakta apa saja yang dapat dipaparkan untuk mendukung pernyataan tersebut? Tersebarnya perkebunan, sawah, beranekaragam flora dan fauna yang ada dari Sabang hingga Merauke merupakan bukti kekayaan Indonesia. Sementara masih banyaknya pengangguran, kemiskinan, dan angka kejahatan merupakan bukti lemahnya perekonomian negara. Sangat ironis melihat keadaan tanah air saat ini dan membandingkannya dengan negara-negara tetangga yang sumber daya alamnya jelas lebih sedikit dibanding Indonesia akan tetapi lebih maju. Penyebabnya ada dibeberapa hal, salah satunya adalah ketidakpedulian pemerintah akan perkembangan sumber daya alam di Indonesia ini sendiri. Pemerintah secara riil lebih berpihak pada pembangunan infrastruktur dan teknologi yang sebenarnya dapat dilakukan setelah mengembangkan sumber daya alam. Pemerintah, menurut penulis, lebih memikirkan citra negara sebagai negara "industrial dan teknologikal" dibandingkan "agrikultural" yang sebenarnya adalah wajah asli Indonesia. Kedua, sentralilasi perkembangan industri dan teknologi ini hanya ada di pulau Jawa. Pemerintah Indonesia seperti sudah lupa bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia terdiri dari 33 provinsi yang memiliki sumber daya alam yang dapat dikembangkan di masing-masing tempat tersebut. Pemerintah sepertinya hanya mengetahui Indonesia terdiri dari 5 provinsi; Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Jika hal ini diteruskan, makna lagu nasional "Dari Sabang Sampai Merauke" hanyalah sebatas kata-kata dan nada-nada yang dinyanyikan tanpa bukti dan fakta yang konkrit. Semakin hari, semakin banyak warga Indonesia yang kelaparan. Mengapa? Bukankah sejak Sekolah Dasar anak-anak yang kelaparan ini diajarkan bahwa negara mereka kaya akan sumber daya alam? Bukankah buku-buku pelajaran mengatakan bahwa para pedagang dari separuh dunia sana rela berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun berlayar demi mendapatkan kekayaan alam ini? Ke mana semua kekayaan itu pergi? Apakah 360 tahun penjajahan Belanda merenggut habis itu semua? Tidak! Bahkan kenyataannya hasil alam Indonesia lah yang membangun negara kincir angin itu menjadi sebuah negara yang maju. Yang salah adalah pemerintah kita, paradigma kita. Pemerintah membuat rakyat menjadi tergila-gila akan teknologi dan industri. Bahwa sebuah negara yang maju adalah negara yang mempunyai teknologi yang paling muhtakhir di dunia ini dan mendapatkan penghasilannya dari industri pabrik-pabrik besar yang berisi mesin. Paradigma ini membodohkan rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia melihat bahwa sumber daya alam adalah bukti kekayaan semu tanah airnya; tidak perlu dikembangkan tapi dikumandangkan. Biarlah seluruh seantaro dunia tahu bahwa Indonesia kaya akan keanekaragaman alamnya, tapi jangan biarkan mereka tahu bahwa kita tidak mengembangkannya. Apa repon pemerintah akan kritik semacam ini? "Perlu teknologi untuk mengembangkan sumber daya alam, maka perlu dikembangakn teknologi sebelum dapat mengembangkan sumber daya alam." Perlu secanggih apa lagi kah teknologi pengembangan sumber daya alam? Cangkul, pupuk kandang, air sungai yang bebas pencemar adalah teknologi yang sudah lebih dari cukup untuk membuat rakyat makmur. Jadi, apa sebenarnya yang diinginkan para petinggi negara? Mungkin yang mereka inginkan adalah nama Indonesia menjadi besar seperti Amerika Serikat, Jepang, dan negara besar lainnya. Tapi bukan itu yang penting, sebuah negara akan besar saat rakyatnya makmur, bukan saat namanya dijunjung negara lain. Maka ketahuilah, kita rakyat Indonesia adalah seorang yang kelaparan di gudang makanan, seekor ayam yang mati kelaparan di lumbung beras.
salam, penulis
Monday, April 13, 2009
Sunday, April 12, 2009
Halo?
emm, halo kawan-kawan.. ini blog pertama gw dan gw bingung mau nulis apa.. haduh!! mulai dari latar belakang aja apa ya? jadi, blog ini sebenarnya dibuat berdasarkan kewajiban saya sebagai seorang pelajar yang baik dan masih peduli dengan nilainya. atau kata lainnya blog ini dibuat karena disuruh bapak guru! ya, tapi mudah-mudahan sih blog ini ga jadi beban bagi gw dan bagi yg baca juga ga jadi beban haha em, itu dulu deh nanti lanjut lagi, kalo niat.. haha
salam, penulis
salam, penulis
Subscribe to:
Posts (Atom)